Pages

Tuesday, July 5, 2011

Langkah-langkah Menulis Naskah

 
1.    Menentukan tema cerita
Tema drama dapat diambil dari kenyataan hidup sehari-hari yang ada di sekeliling kita. Misalnya, tentang dalam usaha mencari nafkah, kasih sayang, percintaan, kenakalan remaja, kekerasan hidup di kota, kesejukan desa dan pegunungan.
2.    Menyusun kerangka cerita
Bagi penulis pemula, kerangka cerita sebaiknya dituliskan terlebih dahulu agar membantu proses selanjutnya. Pada bagian ini kamu harus mengembangkan daya khayal (imajinasi) sehingga dapat merencanakan adegan-adegan yang diinginkan. Hasil menyusun kerangka cerita ini dapat berupa ringkasan cerita atau sinopsis.
Untuk kebutuhan menyusun kerangka cerita, diperlukan pemahaman alur cerita rekaan. Alur atau plot adalah cara pengarang menjamin peristiwa demi peristiwa yang dialami tokoh cerita, dengan memperhatikan hukum sebab-akibat.
3.    Menentukan konflik cerita
Konflik adalah ketegangan atau pertentangan antartokoh cerita. Setelah kerangka cerita selesai dibuat, perlu dipertimbangkan kembali pada bagian-bagian mana konflik akan diletakkan. Konflik merupakan bagian paling penting dalan sebuah naskah drama. Naskah drama yang baik akan selalu terdiri atas konflik-konflik. Ini berarti, kekuatan sebuah naskah drama pada cara pengarang dalam menjalin konflik antartokoh melalui jalan cerita.
Didalam naskah drama juga harus terdapat klimaks atau puncak dari seluruh konflik. Pada saat menulis naskah drama. Kita harus dapat menempatkan klimaks pada bagian yang tepat, agar cerita drama itu menarik.
4.    Menentukan tokoh cerita dan perwatakannya
Pada langkah ini kita mulai menentukan nama masing-masing tokoh, dengan gambaran wataknya. Perwakilan dapat dibedakan menjadi dua, fisik dan psikis (sifat atau karakter). Perwatakan disik berarti gambaran tentang fisik tokoh: cantik, bengkok, berkacamata, berambut panjang, mata sipit, gagu, kaki cacat, kurus, gemuk, dan sebagainya. Perwatakan psikis berarti gambaran sifat atau karakter tokoh: pemarah, suka iri, baik hati, lucu, licik lembut, berwibawa, dan sebagainya.
5.    Menyusun naskah
Setelah seluruh kebutuhan menulis naskah ditetapkan, berikutnya adalah menyusun naskah. Pada langkah inilah kegiatan menulis naskah yang sesungguhnya berlangsung. Pilihlah kata-kata yang daat mewakili pikiran dan perasaan! Ingat, naskah drama selalu berupa notasi dan dialog! Pada bagian notasi, perlu pula kamu singgung tentang gambaran latar cerita dan amanat atau pesan moral yang ingin kamu sampaikan melalui cerita itu.
Langkah-langkah diatas hanya merupakan pillihan cara dan bukan satusatunya cara. Oleh karena itu, kita boleh menulis dengan langkah-langkah yang berlaku.
6.    Menentukan judul
Selain langkah-langkah diatas, ada hal lain juga yang penting diperhatikan, yaitu menentukan judul cerita. Menentukan judul cerita rekaan dapat dilakukan kapanpun, sebelum menulis cerita, ketika sedang menulis cerita, atau setelah cerita selesai ditulis. Secara umum judul cerita rekaan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
  • Sesuai dengan isi dan tema cerita.
  • Menarik dan membawa daya khayal tersendiri.
  • Tidak terlalu panjang (singkat tetapi tepat).

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah yang membangun!

Share it

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...