Pages

Monday, November 28, 2011

Rekonsiliasi Bank


Bagi nasabah perorangan, hampir dapat dipastikan tidak menyelenggarakan catatan tersendiri atas saldo rekening banknya. Dalam hal ini, nasabah bersangkutan biasanya hanya akan mengandalkan pencatatan tunggal yang dilakukan oleh bank lewat buku tabungan. Sedangkan untuk nasabah corporate seperti yang telah disinggung diatas, bahwa dengan rekening bank akan memungkinkan pencatatan berganda atas seluruh transaksi perusahaan yang melalui bank, yang artinya bahwa transaksai akan dicatat baik oleh perusahaan dan juga sekaligus oleh bank.
Untuk tujuan pengendalian internal, begitu perusahaan menerima rekening Koran bulanan (yang dikirim secara rutin oleh bank) maka perusahaan akan mengecek kebenaran atau kecocokan saldo rekeningnya antara saldo menurut catatan perusahaan (depositors records/ balance per books) dengan catatan menurut bank (bank statement / balance per bank). Dalam hal ini  sangat mungkin sekali terjadinya perbedaan saldo (saldo akhir cash in bank) diantara kedua catatan tersebut, oleh semodul itu rekonsilisasi dua kolom  biasanya dilakukan untuk menetapkan atau mendapatkan saldi akhir cash in bank yang benar atau sesungguhnya (corrected balance). Untuk kepentingan pemeriksaan akuntansi (financial auditing) atas saldo cash in bank , biasanya rekonsisliasi bank yang dipergunakan adalah rekonsiliasi empat kolom, sebagai pembuktian atas saldo akhir cash in bank periode berjalan (proof of cash). Empat kolom yang dimaksud adalah merinci masing-masing saldo akhir cash in bank (baik saldo akhir menurut catatan bank maupun perusahaan) dengan cara menambahkan jumlah total setoeran atu pemasukan kas selama periode berjalan. Namun yang hanya akan dibahas dalan buku ini adalah rekonsiliasi dua kolom.
Untuk rekonsiliasi dua kolom, tampilan laporannya atau penyajiannya akan dibagi menjadi dua bagian (sisi). Sisi pertama memuat mengenai rincian koreksi atas saldo akhir cash in bank  menurut catatan bank, sedangkan sisi yang satunya lagi memuat rincian koreksi atas saldo akhir cash in bank menurut catatan perusahaan, proses rekonsiliasi akan berakhir apabila masing-masing saldi akhir cash in bank  dari kedua sisi (antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan) telah sama, yaitu sesuai dengan saldo yang sebenarnya (corrected balance). Jadi dapat yaitu sesuai dengan saldo yang sebenarnya (corrected balance). Jadi dapat disimpulkan disini bahwa tujuan dari pada rekonsiliasi bank adalah untuk mencocokan besarnya saldo akhir cash in bank antara menurut catatan perusahaan dengan tekening Koran yang diterbitkan oleh bank.
Berikut ini adalah beberapa penyemodul timbulnya perbedaan saldo antara catatan menurut perusahaan dengan rekening Koran yang diterbitkan oleh bank :
1.      Deposit in Transit (setotan dalam perjalanan)
Setoran yang telah diperhitungkan dalamcatatan perusahaan sebagai penambah saldo cash in bank, tetapi belum masuk dalam catatan rekening Koran bank (belum dikredi oleh bank bersangkutan.
Untuk tujuan rekonsiliasi bank setoran dalam perjalanan ini sifatnya akan mengoreksi (menambah) besarnya saldo cash in bank menurut rekening Koran (catatan bank).
2.      Outstanding Cheeks (cek yang masih beredar)
Pihak perusahaan didalam pembukuan sudah mengurangi besarnya saldo cash in bank sebagai pembayaran ke kreditur/supplier tersebut belum juga dicairkan ke bank sehingga saldo cash in bank menurut rekening Koran bank belum mencerminkan pembayaran tersebut (belum diterbitkan oleh bank yang bersangkutan).
Untuk tujuan rekonsiliasi bank, cek yang masih beredar ini sifatnya akan mengoreksi (mengurangi) besarnya saldo cash in bank menurut rekening Koran (catatan bank).
3.      Not Sufficient Fud Cheek (cek tidak cukup dana).
Begitu perusahaan menerima cek pembayaran dari pelanggan pihak perusahaan di dalam pembukuannya tentu saja akan segera menambahkan besarnya penerimaan ini kedalam saldo cash in bank dan mengkredit akun piutang usaha atas nama pelanggan bersangkutan), yang namun ternyata setelah disetor kebank cek tersebut tidak bisa dicairkan (ditolak oleh bank) karena tidak cukup dana/cek kosong.
Untuk tujuan rekonsiliasi, cek yang dikembalikan oleh bank karena tidak cukup dana ini sifatnya akan mengoreksi (mengurangi) kembali besarnya saldo cash in bank menurut catatan perusahaan. Dalam pembukuan perusahaan (lewat jurnal koreksi), cek tidak cukup dana ini lalu akan dibebankan kembali kepelanggan bersangkutan, yaitu dengan cara memunculkan kembali akun piutang usaha dan dan mengedit akun cash in bank. 
4.      Notes Plus Interset Collected by Bank (penagihan piutang wesel beserta bunganya lewat bank) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan.
Apabila tagihan piutang wesel dilakukan oleh bank, maka perusahaan baru akan mengetahui hasil penagihan tagihan ini (berserta bunganya) pada awal bulan berikutnya, yaitu pada saat perusahaan menerima rekening Koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana piutang wesel ditagih). Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana piutang wesel tersebut ditagih, telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat hasil penerimaan tagihan tersebut (beserta bunganya), karena baru mengetahui di bulan berikutnya.
Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana piutang wesel ditagih, maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Jadi dalam hal ini pihak bank lah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mengkredit penerimaan piutang wesel tersebut beserta bunganya ke dalam rekening perusahaan, sehingga untuk kecococokan saldo maka pihak perusahaan lah yang dalam pembukuannya harus mengoreksi saldo cash in bank catatannya. Caranya adalah dengan mendebet  akun cash in bank sebesar nilai nomina wesel tagihan di tambah bunganya, dan mengktredit akun piutang wesel pelanggan bersangkutan (sebesar nilai nominal tadi) serta juga mengkredit akun pendapatan bunga atas wesel tagih tersebut.
5.      Interest Income (bunga bank atas saldo rekening perusahaan yang mengendap atau sering dikenal sebagai jasa giro) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan.
Perusahaan biasanya baru akan mengetahui hasil pendapatan bunga atas saldo rekeningnya yang telah mengendap selama bulan berjalan pada awal bulan berikutnya, yaitu pada saat perusahaan menerima rekening Koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana jasa giro dihasilkan). Hal ini berarti bahwa dalam di mana jasa giro tersebut di hasilkan, telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan perusahaan dengan menurut perusahaan. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat hasil jasa giro tersebut, karena baru mengetahui di bulan berikutnya.
Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana jasa giro dihasilkan, maka plerusahaan di dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank.  Jadi dalam hal ini pihak bank lah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mengkredit jumlah jasa giro tersebut kedalam rekening perusahaan, sehingga untuk kecocokan saldo maka pihak perusahaanlah yang dalam pembukuannya harus mengkoreksi saldo cash in bank catatannya. Caranya adalah dengan mendebet akun cash in bank dan mengkredit akun pendapatan bunga sebesar jasa giro yang diperoleh.
6.      Bank Service Changes (biaya jasa bank) yang belum dicatat dalam jurnal atas pembukuan perusahaan
Biaya-biaya ini meliputi biaya administrasi, biaya kliring, biaya penagihan piutang lewat bank, biaya cetak buku cek dan biaya lainnya yang dibebankan ke rekening nasabah sehubungan dengan pemanfaatan fasilitas atau jasa yang diberikan bank.
Perusahaan biasanya baru akan mengetahui besarnya biasanya adimistrasi bulan berjalan pada awal bulan berikutnya, yaitu pada saat perusahaan menerima rekening Koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana biaya administrasi dibebankan). Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana biaya administrasi tersebut dibebankan, telah trejadi perbedaan saldo cash in bank anatara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Perusahaan dlam pembukuaanya belaum mencatat besarnya biaya administrasi tersebut, karena baru mengetahui jumlahnya dibulan berikutnya.
Untuk tujua rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana biaya administrasi dibebankan, maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan mengurangi saldi cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank..
7.      Error In Recording (kesalahan dalam pencatatan)
Kesalahan dalam pencatatan bisa saja terjadi baik dilakukan bank maupun perusahaan. Perusahaan hanya akan membuat jurnal koreksi dalam pembukuannya, apabila kesalahan pencatatan dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri.
Untuk tujuan rekonsiliasi bank, jika jumlah tertentu telah salah dicatat oleh perusahaan, maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambajkan atau dikurangkan dari saldo cash in bank menurut catatan perusahaan, disertai dengan pembuatan jurnal koreksi. Demikian juga jika jumlah tertentu telah salah (keliru) dicatat oleh bank, maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambahkan atau dikurangkan dari saldo cash in bank menurut catatan bank, tanpa perlu mebuat jurnal koreksi dalam pembukuan perusahaan.
Sebagai contoh kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan: misalkan, pembayaran hutang ke supplier dengan menggunakan cek sebesar Rp 20.560.000.- ternyata telah salah dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan dalam pembukuan sebesar Rp 20.650.000.-. Dalam hal ini untuk tujuan rekonsiliasi bank, perusahaan akan menambah kembali saldo cash in bank menurut catatan perusahaan sebesar Rp. 90.000.-. Lalu perusahaan dalam pembukuannya akan membuat jurnal koreksi dengan cara mendebet akun cash in bank dan mengkredit akun hutang sebesar  Rp 90.000.-. Bisa juga terjadi bahwa pembayaran hutang ke supplier dengan menggunakan cek sebesar Rp 20.560.000.-, namun ternyata salah dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan dalam pembukuan sebesar Rp 20.500.000.-. Dalam hal ini tujuan rekonsiliasi perusahaan, perusahaan akan mengurangkan lagi saldo cash in bank menurut catatan perusahaan sebesar Rp 60.000.-. Lalu perusahaan dalam pembukuannya akan membuat jurnal koreksi dengan cara mendebet akun hutang usaha dan mengkredit akun cash in bank sebesar Rp 60.000.-
Sedangkan contoh kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh bank : misalnya bahwa setoran perusahaan sebesar Rp 5.000.000.- namun telah salah didebet oleh bank sejumlah yang sama, seolah-olah dianggap sebagai penarikan. Dalam hal ini untuk tujuan rekonsiliasi, perusahaan akan menambah saldo cash in bank menurut catatan bank sebesar dua kali yaitu Rp 10.000.000.-. Perusahaan dalam  pembukuannya tidak akan membuat jurnal koreksi. Bisa juga terjadi bahwa penarikan yang dilakukan oleh perusahaan lain sebesar Rp 5.000.000.-, namun didebet ke rekening perusahaan. Dalam hal ini untuk tujuan rekonsiliasi, perusahaan akan menambahkan saldo cash in bank menurut catatan bank sebesar Rp 5.000.000.-. Perusahaan dalam pembukuannya juga tidak akan membuat jurnal koreksi. 

Ilustrasi Rekonsiliasi Bank :
PT Kencana Mulia telah mengumpulkan data sebagai berikut yang diperlukan untuk menyusun rekonsilisasi bank per tanggal 31 Juli 2008 :
a.       Saldo menurut perusahaan Rp 25.100.000.-, sedangkan saldo menurut bank Rp 24.900.000.-
b.      Bank telah menagih untuk PT Kencana Mulia sebuah wesel tagih berikut bunganya sebesar Rp 4.700.000.-. Nilai nominal wesel tersebut adalah Rp 4.500.000.-. Dalam hal ini pihak bank membebankan biaya penagihan sebesar Rp 50.000.- kepada PT Kencana Mulia.
c.       Setoran uang pada tanggal 31 Juli 2008 sebesar Rp 7.498.400.- belum tampak dalam rekening Koran bank bulan Juli 2008.
d.      Bank telah keliru membebankan pengeluaran cek PT Kencana Mula sebesar Rp 401.600.- ke dalam rekening PT Kencana Mulia.
e.       Cek yang telah dikeluarkan oleh perusahaan tetapi belum jga diuangkan oleh supplier sampai dengan akhir bulan juli 2008 sebesar Rp 8.800.000.-
f.       Pembayaran hutang kepada kreditur sebaesar Rp 825.000.- telah keliru dicatat dalam pembukuan perusahaan. Bagian Akuntansi PT Kencana Mulia mencatat akun kas disebelah debet dan akun hutang disebelah kredit dalam jurnal
g.      Cek dari pelangggan yaitu PT Lonely Green sebesar Rp 4.228.000.- ditolak oleh bank karena tidak ada dananya.
h.      Penerimaan uang sebagai hasil dari penagihan ke pelanggan sebesar Rp 797.600.- telah keliru dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan sebesar Rp 779.600.-
i.        Bank telah membebankan biaya administrasi sebesar Rp 120.000.- kedalam rekening perusahaan tetapi hal ini belum dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan.
j.        Bank telah mengkredit rekening perusahaan untuk jasa giro bulan Juli 2008 Rp 230.000.- tapi hal ini belum dicatat oleh bagian akuntansi perusahaan.

Diminta :
a.       Buatlah rekonsiliasi saldo Bank dan saldo buku untuk mencari saldo cash in bank yang benar pada 31 Juli 2008
b.      Membuat Jurnal yang diperlukan
 PT Kencana Mulia
Rekonsiliasi Bank
31 Juli 2008
(dalam Rp)
Saldo menurut catatan bank...................................    24.900.000
Kesalahan dalam pencatatan...................................         401.600
Setoran dalam perjalanan........................................      7.498.400
Cek yang masih beredar.......................................... (    8.800.000 )
         Saldo bank yang benar......................................................................    24.000.000

Saldo menurut catatan perusahaan.........................    25.100.000
Piutang wesel dan bunga ditagih oleh bank...........      4.700.000
Kesalahan dalam pencatatan...................................           18.000
Jasa giro..................................................................         230.000
Kesalahan dalam pencatatan...................................      1.650.000
Cek tidak cukup dana............................................. (    4.228.000 )
Biaya penagihan...................................................... (         50.000 )
Biaya administrasi................................................... (       120.000 )
         Saldo buku yang benar..................................... 24.000.000

  

Utang Usaha
1.650.000

   Kas

1.650.000



Piutang Usaha
4.228.000

   Kas

4.228.000



Kas
4.700.000

   Piutang Wesel

4.500.000
   Pendapatan Bunga

200.000



Kas
18.000

   Piutang Usaha

18.000



Kas
230.000

   Pendapatan Bunga

230.000



Biaya Administrasi Lainya
170.000

   Kas

170.000

3 comments:

  1. terima kasih banyak penjelasannya sangat mudah dipahami...

    ReplyDelete
    Replies
    1. :) makasih..
      alhamdulillah kalo emg mdah d pahami.
      makasih juga buat kunjungannya

      Delete
  2. yg saldo menurut pencatatan perusahaan di kesalahan dlm pencatatan itu dapat dri mana yah?

    ReplyDelete

Berkomentarlah yang membangun!

Share it

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...