METODE PENCADANGAN

BAGIKAN:

Sepanjang periode dimana penjualan kredit terjadi, estimasi mengenai besarnya piutang usaha yang tidak dapat ditagih dibuat.

METODE PENCADANGAN
METODE PENCADANGAN

Metode Pencadangan - Sepanjang periode dimana penjualan kredit terjadi, estimasi mengenai besarnya piutang usaha yang tidak dapat ditagih dibuat. Pada titik ini (dalam periode penjualan), karena perusahaan belum dapat mengetahui mana dari pelanggannya tidak bisa membayar maka perusahaan tidak akan mengkredit (menghapus) piutang usahanya secara langsung.

Satu hal perusahaan yang dapat pediksi adalah bahwa berdasarkan pengalaman masa lampau selalu ada pelanggannya yang tidak bisa membayar. Namun mengenai siapa orangnya (pelanggannya) dan berapa jumlah piutang yang macet tentu saja baru akan diketahui nanti secara pasti sampai pelanggan tertentu menyatakan tidak bisa membayar. Dengan menggunakan metode pencadangan, besarnya estimasi atas beban piutang yang tak tertagih akan diakui (dicatat) dalam periode yang sama sebagaimana penjualan kredit dicatat, tanpa harus menunggu terjadinya actual loss yang memungkinkan baru terjadi setelah periode penjualan berlangsung. Besarnya estimasi ini diperoleh berdasarkan hasil pengamatan pengalaman masa lampau mengenai jumlah piutang usaha yang macet.

Kebanyakan perusahaan yang besar menggunakan metode pencadangan untuk mengestimasi bagian dari piutang usaha yang tidak dapat ditagih. Daripada perusahaan menentukan mana pelanggannya yang tidak bisa membayar, perusahaan lebih baik mengurangi jumlah piutang usahanya ke nilai bersih yang dapat direalisasi (net reliazable value). Perusahaan akan menentukan besarnya estimasi piutang tak tetagih ke dalam akun khusus yang dinamakan cadangan kredit macet (allowace for bed debt), cadangan piutang ragu-ragu (allowace for doubtful accounts), atau cadangan piutang yang tidak dapat ditagih (allowance for uncollectible account).

Secara teoritis, jika besarnya estimasi atas piutang tak tertagih adalah akurat, maka akun cadangan ini seharusnya selalu mendekati nol, akan tetapi estimasi tidak pernah nol karena perusahaan akan terus melakukan penjualan kredit dan membuat estimasi yang baru. Akun cadangan memiliki saldo normal  disebelah kredit, berlawanan dengan saldo normal piutang, sehingga akun cadangan dianggap sebagai akun pengurangan (contra account) dari akun piutang usaha. Akun cadangan ini akan mengurangi jumlah bruto piutang ke nilai bersihnya yang dapat direalisasi.

Untuk tujuan pembukuan, metode pencadangan diharuskan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, karena metode ini memenuhi atau sesuai dengan :
  • Prinsip penandingan (the matching principle) dimana besarnya estimasi atas beban piutang yang tertagih dicatat dalam periode yang sama sebagaimana pendapatan penjualan  didapat.
  • Prinsip konservatisme (the conservatism principle) dimana piutang usaha dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah yang lebih realistis (dan lebih rendah) sehingga mencerminkan dengan lebih baik jumlah piutang yang sesungguhnya dapat ditagih.
Ayat jurnal yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mencatat besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih adalah sebagai berikut:

Dr. cadangan piutang yang tidak dapat ditagih
                                                                                                      XXX
Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih  

Naninya begitu perusahaan mendapati bahwa ada pelanggan tertentu yang tidak bisa membayar, maka ayat jurnal yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mencatat penghapusan piutang atas pelanggan actual tersebut adalah sebagai berikut :

            Dr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih     
                                                                                                            yyy
                        Kr. Piutang usaha – Tn. Y 

Kadangkala setelah perusahaan menghapus piutang usahanya atas pelanggan tertentu, kemudian ternyata pelanggan tertentu tersebut beritikat baik dengan membayar sebagian uang. Dalam hal ini, untuk mencatat perolehan kembali atas sebagian dari piutangnya yang telah dihapus, perusahaan pertama kali harus membalikkan jurnal penghapusan yang telah dibuat diatas (tetapi hanya sebesar jumlah yang perusahaan dapat ditagih kembali) dan lalu mencatat hasil penagihan tesebut.

Dr. Piutang usaha – Tn. Y
                                                                                                            yy(sebagian)
Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih

Dr. Kas
                                                                                    yy(sebagian)
            Kr. Piutang usaha – Tn. Y 

Ada 2 (dua) cara yang biasanya dipakai untuk menentukan besarnya estimasi yang layak atas jumlah beban kredit macet, yaitu:

1.   Sebesar persentase tertentu dari penjualan.
Cara ini dinamakan sebagai metode laporan laba rugi (income statement method). Berdasarkan pada data historis, sebuah persentase tertentu dari total penjualan atau total penjualan kredit ditentukan dan digunakan untuk menghitung besarnya estimasi beban kredit macet. Metode ini fokus pada penandingan yang layak atas beban piutang yang tak tertagih terhadap besarnya pendapatan penjualan tak terkait.
Dengan cara (metode) ini, besarnya cadangan piutang tak tertagih yang ada pada awal periode tidaklah diperhitungkan ke dalam ayat jurnal penyesuaian yang akan dibuat pada setiap akhir periode berjalan untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet selama periode. Ingat kembali bahwa akun sementara (temporary account atau nominal account) yang akan ditutup saldonya pada setiap akhir periode dan tidak akan dibawa  sebagai besarnya penjualan untuk laporan laba rugi periode mendatang. Oleh karena itu, jika besarnya estimasi beban kredit macet untuk periode berjalan ditetapkan sebesar persentase tertentu dari penjualan yang telah terjadi sepanjang periode berjalan tersebut, maka besarnya estimasi beban kredit macet akan langsung dihitung dengan cara mengalikan persentase tertentu tersebut dengan jumlah penjualan yang terjadi, tanpa harus memperhitungkan besarnya cadangan piutang tak tertagih yang ada di neraca pada awal periode berjalan (sebelum dibuatnya ayat jurnal penyesuaian) sehingga cara ini dinamakan sebagai metode laporan laba rugi.
Setelah ayat jurnal penyesuaian dibuat, maka sekarang besarnya saldo akhir dari akun cadangan piutang yang tak tertagih yang akan muncul di neraca adalah sebesar saldo awal cadangan piutang tak tertagih (umumnya sesuai dengan saldo normal disebelah kredit) ditambah dengan besarnya estimasi beban kredit macet untuk periode berjalan (yang ditunjukkan disebelah kredit dalam ayat jurnal penyesuaian).
Sebagai contoh misalkan bahwa perusahaan telah mengestimasi bahwa 2% dari total penjualan kreditnya tidak dapat ditagih. Besarnya penjualan kredit yang telah terjadi sepanjang periode berjalan (tahun 2008) adalah Rp 500.000.000.-. jumlah bruto piutang usaha pada akhir periode (akhir tahun 2008) sebesar Rp 85.000.000.- sedangkan akun cadangan piutang tak tertagih pada awal periode (sebelum ayat jurnal penyesuaian) bersaldo kredit sebesar Rp 4.000.000.-.

Pada akhir periode, ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat oleh perusahaan untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet tahun 2008 adalah sebagai berikut :

Dr. Beban piutang yang tidak dapat ditagih                                2% x Rp 500 juta        Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih                      =      Rp 10 juta

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting, maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan di dalam neraca per 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut :

Piutang usaha                                                                    Rp 85.000.000.-
Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih                         (14.000.000.-)
                                    Piutang usaha bersih                           Rp 71.000.000.-

Sedangkan laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008 akan menyajikan beban piutang yang tak tertagih (beban kredit macet) sebesar Rp 10.000.000.- sebagai beban operasional tahun 2008. Sejalan dengan prinsip penandingan yang telah dijelaskan di atas, beban kredit macet sebesar Rp 10.000.000.- ini akan ditandingkan dan dilaporakan dalam periode yang sama sebagaimana pendapatan atas penjualan kredit tahun 2008 sebesar Rp 500.000.000.- juga dilaporkan.

2.      Sebesar persentase tertentu dari jumlah piutang usaha.
Pada dasarnya cara yang ke 2 (dua) ini menekankan penilaian piutang usaha pada nilai bersihnya yang dapat direalisasi, yang nantinya akan dilaporkan dalam neraca. Atau dengan kata lain, cara ini fokus pada penentuan figur piutang usaha yang direalistis dapat ditagih.
Cara ini dapat dibagi menjadi 2 (dua) metode, yaitu biasa berdasarkan pada persentase tertentu dari nilai saldo akhir piutang usaha atau bisa juga berdasarkan pada klasifikasi atau pengelompokan umur piutang. Berdasarkan data historis, sebuah persentase tertentu dari jumlah piutang usaha ditentukan dan digunakan untuk menghitung besarnya estimasi ini akan menjadi saldo akhir akun cadangan piutang tak tertagih.
Dengan metode saldo akhir piutang, persentase tertentu dari jumlah saldo akhir piutang usaha yang diperkirakan tidak akan dapat ditagih ditentukan. Saldo awal akun cadangan piutang tak tertagih lalu akan disesuaikan besarnya (melalui ayat jurnal penyesuaian) supaya menghasilkan saldo akhir yang nilainya sama dengan hasil persentase ini.
Sebagai ilustrasi dari metode saldo akhir piutang, asumsi bahwa PT. Cakra Kencana, pada akhir tahun 2007 memiliki saldo piutang sebesar Rp 90.000.000.- dan diestimasi bahwa besarnya kredit macet atas piutang usaha ini adalah 5%. Saat ini, sebelum ayat jurnal  penyesuaian tahun 2007 dibuat, diketahui bahwa besarnya saldo awal cadangan piutang tak tertagih adalah Rp 3.000.000.- (di sebelah kredit). Oleh karena itu, dalam hal ini PT. Cakra Kencana haruslah menambah saldo awal cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp 1.500.000.- di sebelah kredit agar menghasilkan saldo akhir cadangan piutang tak tertagih yang besarnya sama dengan estimasi, yaitu Rp 4.500.000.- (5% x Rp 90.000.000.-). Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat oleh PT. Cakra Kencana pada akhir tahun 2007 untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet periode berjalan adalah :

Dr. Beban piutang yang tidak dapat ditagih                       Rp4,5 juta-Rp3 juta
      Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih               =   Rp1,5 juta

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas di-posting, maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan dalam neraca per 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut :

Piutang usaha                                                                    Rp 90.000.000.-
Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih                          ( 4.500.000.-)
                  Piutang usaha bersih                                       Rp 85.500.000.-

Sedangkan laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 akan menyajikan beban piutang yang tak tertagih (beban kredit macet) sebesar Rp 1.500.000.- sebagai beban operasional tahun 2007.
Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir tahun 2007 di atas merupakan ayat jurnal penyesuaian yang biasa (umum). Tidak tertutup kemungkinan, jika jumlah piutang usaha yang dihapus sepanjang tahun berikutnya melebihi nilai cadangan yang ada, maka cadangan piutang yang tak tertagih akan menjadi bersaldo debet. Melanjutkan ilustrasi di atas, asumsi bahwa sepanjang tahun 2008 terdapat penghapusan piutang usaha sebesar  Rp 6.500.000.- yang menyebabkan besarnya cadangan piutang tak tertagih akan menjadi bersaldo debet sebesar Rp 2.00.000.-   (Rp 6.500.000 – Rp 4.500.000). jika pada akhir tahun 2008, PT. Cakra Kencana memiliki saldo piutang usaha sebesar rp 50.000.000.- dan diestimasi bahwa besarnya kredit macet atas piutang usaha ini adalah menjadi 10%, maka ayat jurnal penyesuaian yang akan dibuat oleh PT. Cakra Kencana pada akhir tahun 2008 untuk mencatat besarnya estimasi beban kredit macet periode berjalan adalah:

Dr. Beban piutang yang tidak dapat ditagih                    Rp 5 juta + Rp 2 juta
      Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih                      =Rp 7 juta

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas di posting, maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan dalam neraca per 31 Desember 2008 adalah sebagai  berikut :

Piutang usaha                                                                    Rp 50.000.000.-
Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih                          ( 5.000.000.-)
                  Piutang usaha bersih                                       Rp 45.000.000.-

Sedangkan laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008 akan menyajikan beban piutang yang tak tertagih (beban kredit macet) sebesar Rp 7.000.000.- sebagai beban operasional tahun 2008.
Sedangkan dengan metode umur panjang, pertama kali piutang usaha akan dikelompok-kelompokkan berdasarkan pada masing-masing karakteristik umumnya, yang berarti ada pengelompokkan piutang usaha ke dalam katagori yang berdasarkan atas tanggal jatuh temponya piutang. Karakteristik umur piutang disini dapat diklasifikasikan menjadi: belum jatuh tempo, telah jatuh tempo 1-30 hari, telah jatuh tempo 31-60 hari, telah jatuh tempo 61-90 hari, telah jatuh tempo 91-180 hari, telah jatuh tempo 181-365 hari, telah jatuh tempo di atas 365 hari. Lamanya piutang yang telah jatuh tempo ini merupakan lamanya hari mulai saat piutang tersebut jatuh tempo hingga laporan umur piutang (aging schedule) disiapkan. Berdasarkan umur piutang, piutang yang sudah lama beredar (jatuh tempo) sangat kecil kemungkinannya untuk dapat ditagih. Untuk mengilustrasikan cara menghitung umur piutang yang telah jatuh tempo, asumsi bahwa PT. Lintas Indonusa sedang menyiapkan laporan umur piutang per 30 Juni, dimana terdapat salah satu pelanggannya yang belum juga membayar hingga saat ini (padahal piutang tersebut telah jatuh tempo sejak tanggal 9 Maret yang lalu). Dalam hal ini, lamanya umur piutang yang telah jatuh tempo dapat dihitung sebagai berikut:

Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir Maret 22 hari (31-9)
Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir April              30 hari
Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir Mei   31 hari
Jumlah hari atas piutang yang telah telat per akhir Juni   30 hari   
                                                                                                      113 hari

Dengan metode umur piutang, estimasi secara terpisah atas persentase piutang usaha yang tidak dapat ditagih diterapkan ke masing-masing kelompok umur. Jadi, dalam hal ini persentase yang berbeda akan diterapkan atas kelompok umur yang berbeda. Setelah persentase yang berbeda diterapkan untuk masing-masing kelompok umur, lalu masing-masing hasilnya tersebut akan dijumlahkan secara bersama-bersama untuk menentukan total estimasi. Dengan metode umur piutang, sepertinya halnya saldo akhir piutang, saldo awal dari akun cadangan piutang tak tertagih haruslah disesuaikan (melalui ayat jurnal penyesuaian) supaya menghasilkan saldo akhir yang besarnya sama dengan total estimasi. Ayat jurnal penyesuaian akan dibuat sebesar selisih antara besarnya total estimasi dengan saldo awal akun cadangan piutang tak tertagih.

Sebagai ilustrasi dari umur piutang, asumsi bahwa PT. Lintas Indonusa, pada akhir tahun 2008 memilih saldo piutang usaha sebesar Rp 86.300.000.- dan diestimasikan bahwa besarnya kredit macet atas piutang usaha ini berdasarkan pada masing-masing kelompok umurnya adalah sebagai berikut:

Kisaran Umur Piutang
Saldo
Estimasi Kredit Macet
Persentase          jumlah
Belum jatuh tempo
Telah jatuh tempo 1-30 hari
Telah jatuh tempo 31-60 hari
Telah jatuh tempo 61-90 hari
Telah jatuh tempo 91-180 hari
Telah jatuh tempo 1811-365 hari
Telah jatuh tempo di atas 365 hari

Rp 75.000.00.-
4.000.000.-
3.100.000.-
1.900.000.-
1.200.000.-
800.000.-
           300.000.-
Rp86.300.000.- 
    2%              
Rp 1.500.000.-
    5%
            200.000.-
   10%
            310.000.-
   20%           
380.000.-
   30%             
360.000.-
   50% 
                  400.000.-
   80%
                       240.000.-
 Rp 3.390.000.-
 
Berdasarkan table di atas, estimasi saldo saldo yang diinginkan untuk cadangan piutang tak tertagih adalah sebesar Rp 3.390.000.- (bersaldo kredit sesuai dengan saldo normalnya). Perbandingan antara angka estimasi ini dengan saldo awal cadangan piutang yang tak tertagih yang belum disesuaikan akan menentukan besarnya beban kredit macet (beban piutang tak tertagih ) untuk tahun 2008. sebagai contoh, jika saldo awal cadangan piutang tak tertagih yang belum disesuaikan adalah bersaldo kredit sebesar Rp 3.200.000.- maka jumlah yang akan ditambahkan ke dalam saldo ini adalah Rp 190.000.- dengan ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut :

Dr, Beban piutang yang tidak dapat ditagih              Rp 3,39 juta – Rp 3,2juta
            Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih             =     Rp 190.000.-

Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas dipindahkan atau diposting ke dalam buku besar masing-masing akun terkait, maka sekarang besarnya akun cadangan piutang tak tertagih akan menjadi bersaldo kredit sebesar Rp 3.390.000.- sesuai dengan estimasi saldo akhir yang dikehendaki. Sebagai contoh pembanding, jika seandainya saldo awal cadangan piutang tak tertagih yang belum disesuaikan adalah bersaldo debet sebesar Rp 450.000.- maka jumlah penyesuaian akan menjadi sebesar Rp 3.840.000.- (Rp 3.390.000 + Rp 450.000), dengan ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Dr Beban piutang yang tidak dapat ditagih
                                                                                                      Rp 3.840.000.-
            Kr. Cadangan piutang yang tidak dapat ditagih

KOMENTAR

BLOGGER

PENCARIAN

Nama

3P's Secret for Scholarship Hunter,3,Agama,3,Agama Islam,2,Akuntansi,53,Analisis dan Perancangan Sistem Informasi,86,Anchor!,1,Bagaimana Cara,1,Bahasa Indonesia,29,Bahasa Inggris,2,Bing,12,Biologi SMP/MTS VII,3,Bola Energi,1,Buku,2,Buku Impian,1,Cara Bahasa Inggris,1,Cara Membuat,1,Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Bahasa Inggris,1,Contoh Kalimat Pasif Dalam Bahasa Inggris,1,Contoh Undangan Surat Dinas,1,Dahsyatnya Sedekah,1,Dasar Ilmu Komputer,4,DOS dan Windows,5,how to,1,Hypnotic Writing,1,Intelegensi Buatan,40,internet,2,Jaringan,2,Jaringan Komputer,7,Java,13,Kalimat Aktif Dan Pasif,1,Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris,1,Kata Konjungsi,2,Kekuatan Keyakinan,1,Kekuatan Visualisasi,1,Komputer,55,Konflik dan Office Idiots,9,Kuliah,228,Lampiran-Lampiran,8,Manajemen Informatika,230,Manajemen Strategik,9,Manajemen Sumber Daya Manusia,3,Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik,3,Mengadakan Rapat Dengan Office Idiot,2,Menulis Surat Resmi,1,My 365 Days in Qatar,5,Neo Technology,1,Notes From Qatar Limited Edition,36,Office Idiots,29,Office Idiots Dan Miskomunikasi Mereka,11,Other,59,Pascal,8,Pelamar Kerja Yang Idiot,2,Pemograman,26,Pemrograman,44,Pengenalan Komputer,5,Penggunaan Kata,1,Penggunaan Kata a dan an,1,Penggunaan Kata are,1,Penggunaan Kata di,1,Penggunaan Kata is dan are,1,Penggunaan Kata pun,1,Penggunaan Kata The,1,Penggunaan Kata was,1,Penutup,1,Perilaku Kelompok dalam Organisasi,14,Perilaku Organisasi,14,Pewawancara Yang Idiot,2,Review Buku,7,Revolusioner! Mudah Cari Pekerjaan,66,Sabar Sedikit Lagi Siapa Tahu Berikutnya Impian Itu Akan Datang,1,SARAN-SARAN PEMBUATAN CL (COVER LETTER) DAN CV (CURRICULUM VITAE),22,Senyumlah dan Dapatkan Pekerjaan Itu dengan Mudah,1,Siapa Idiot baru Ini?,2,Simulasi CAT,3,Sistem Informasi,40,Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan,44,Surat Resmi,1,Tentang Penulis,1,Tips,5,Top Modul Lolos Test CPNS,3,Wawancara? Siapa Takut!,1,
ltr
item
HanifSky: METODE PENCADANGAN
METODE PENCADANGAN
Sepanjang periode dimana penjualan kredit terjadi, estimasi mengenai besarnya piutang usaha yang tidak dapat ditagih dibuat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1pP77PSeHIh_fSn8mVnmN9UlUuxnnL0apCs4mLW9a0vVCrlDqE4aozFkLu_XnkVACvsb2kYm9kq3BdhuDKuQ-I0crtZGr58hPE047-3Qjj3YaPkpTtBirXN9m13L2XKey_hoQC3sBPTp3/s1600/METODE+PENCADANGAN.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1pP77PSeHIh_fSn8mVnmN9UlUuxnnL0apCs4mLW9a0vVCrlDqE4aozFkLu_XnkVACvsb2kYm9kq3BdhuDKuQ-I0crtZGr58hPE047-3Qjj3YaPkpTtBirXN9m13L2XKey_hoQC3sBPTp3/s72-c/METODE+PENCADANGAN.jpg
HanifSky
https://hanifsky.blogspot.com/2011/12/metode-pencadangan.html
https://hanifsky.blogspot.com/
https://hanifsky.blogspot.com/
https://hanifsky.blogspot.com/2011/12/metode-pencadangan.html
true
7876875396099374687
UTF-8
Memuat Semua Postingan Postingan Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selengkapnya Balas Batal Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang cocok dengan permintaan Anda Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Febuari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu yang lalu lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM INI TERKUNCI LANGKAH 1: Bagikan ke media sosial LANGKAH 2: Klik tautan di media sosial Anda Salin Semua Code Pilih Semua Code Semua kode telah disalin ke clipboard Anda Tidak dapat menyalin kode / teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin Daftar Isi